rereh

Just another WordPress.com site

“7 ALASAN MENGAPA WANITA HARUS MENJAGA KEPERAWANAN SAMPAI MENIKAH dan Tips Menjaga Keperawanan (Virginitas)” By : Rereh Yudi Harjadi @rereh_harjadi April 11, 2012

Filed under: Uncategorized — Rereh Yudi Harjadi @ 1:58 am
Tags: , , ,

http://2.bp.blogspot.com/_F_pP63YDa4o/TE0LWycf8tI/AAAAAAAAAKw/vXWx_lYABiI/s320/sex1.jpg
Kenapa wanita harus tetap perawan sampai menikah? Untuk pertanyaan ini sepertinya banyak sekali jawaban yang dapat diberikan, semua tergantung atau kembali kepada individu masing-masing. Beberapa alasannya bisa seperti di bawah ini.
1. Sex Pra Nikah menyebabkan kamu akan dihantui perasaan bersalah
Sekali kamu melakukannya dan meskipun mungkin tidak ada seorangpun yang tahu, rasa bersalah akan selalu menghantui. Bahkan bisa jadi kamu akan menjadi benci pada dirimu sendiri karena tidak bisa menolak tekanan untuk melakukan hubungan sex. Perasaan seperti ini memang tidak mendominasi, tapi biasanya akan selalu muncul setiap waktu dan akan selalu menjadi bagian darimu.

 

2. Karena kamu bisa menjadi “sexual person“ dan segala sesuatunya tidak akan pernah lagi sama seperti semula
Seperti kalau pernah mencoba sesuatu benda additif lainnya, maka ada saatnya rasa kepingin atau ketagihan akan datang. Akibatnya, pikiran akan dipenuhi dengan sex dan menggangu konsentrasi untuk hal lainnya.
Dengan kata lain : dewasa sebelum waktunya.

 

3. Sex Pra Nikah akan mengubah cara pandangmu tentang sex – selamanya
Sex seharusnya sesuatu yang sakral dan menjadi sangat indah jika dilakukan oleh pasangan suami istri. Tapi jika dilakukan sebelum menikah, maka bisa jadi sex berubah menjadi sebagai suatu yang “kotor” dan terlarang. Cara pandang ini bisa terus tertanam di benak kamu, bahkan setelah kamu menikah nantinya. Sayang kan ?

 

4. Kamu akan sulit lepas dari “the first one”
Biasanya cewek merasakan ikatan yang sulit dilepas dengan cowok yang telah dia berikan virginitasnya. Ini tidak ada hubungan dengan ketakutan kalau-kalau tidak ada cowok lain yang akan menerima dia sesudah tidak virgin. Ini masalah psikologis. Padahal, cowok belum tentu merasakan hal yang sama.

 

5. Karena hubungan pacaran kamu bisa berubah menjadi “all about sex“
Pasangan pranikah yang telah melakukan hubungan sex biasanya akan selalu mempunyai hidden agenda. Kapan dan dimana akan melakukannya…. Tidak jarang karena jadwal rahasia ini mereka harus berbohong, kepada siapa saja. Bentuk-bentuk perhatian akan menjadi bias. Apakah benar-benar tulus atau karena cuma sex. Bahkan terkadang sedang berantem hebat pun akan langsung baikan cuma gara-gara sex, dan melupakan masalah sesungguhnya.

 

6. Sex Pra Nikah, maka kamu tidak akan pernah menikmati surganya bulan madu
Karena sudah biasa melakukan hubungan sex pra nikah, maka bulan madu yang mestinya asyik dan romantis, bakal jadi seperti liburan biasa. Tidak akan pernah ada sesuatu yang berkesan untuk seumur hidupmu.

 

7. Karena kamu bisa menjaga reputasi dan tidak mau “nyesel” di kemudian hari
Hampir bisa dipastikan, teman-temannya akan tahu jika seorang cowok telah melakukan hubungan sex dengan pacarnya. Jadi ini merupakan rahasia………….umum.

 

 

Tips Menjaga Keperawanan (Virginitas)

 

Menjaga keperawanan/keperjakaan itu tidaklah mudah. Apalagi jika menilik pergaulan saat ini yang sudah dipengaruhi budaya kebarat-baratan yang mengarah pada free sex (seks bebas). Bagi orang-orang yang lebih memperturutkan hawa nafsunya, membicarakan pentingnya menjaga keperawanan dianggap sesuatu yang tidak penting bahkan malah menjadi ejekan mereka dan menganggap kehilangan keperawanan/keperjakaan karena melakukan hubungan seks dengan orang yang dicintai (sebelum menikah) adalah wajar. Astaghfirullahaladzim…

Pengaruh budaya, pergaulan dan media elektronik terutama televisi dan internet makin memudahkan seseorang tergelincir berbuat asusila. Tontonan dan bacaan yang vulgar dan hubungan lawan jenis yang tidak diimbangi dengan pengetahuan agama dan nilai-nilai moral dapat menjerumuskan para remaja kepergaulan bebas yang pada akhirnya jatuh ke perbuatan zina, menghilangkan keperawanan dan keperjakaannya. Belum lagi kondisi yang bakal mereka hadapi setelah itu, hamil muda, penyakit kelamin, HIV/AIDS, adalah akibat yang ditimbulkan dari hubungan seks bebas.

Bagi orang yang pernah melakukan seks bebas sebelum nikah, biasanya akan mengulang kembali perbuatannya karena menganggap diri sudah tidak suci lagi atau juga karena menikmati perbuatannya tanpa memikirkan dampak buruknya.

Berikut ini ada beberapa tips untuk menjaga dan mempertahankan keperawanan wanita dan keperjakaan pria untuk dilakukan :

1. Memilih pergaulan yang positif. Pilihlah pergaulan atau pasangan yang menurut kita memiliki kualitas yang berharga baik dari segi agama maupun perbuatannya. Bergaul dengan komunitas yang baik akan berdampak baik pula bagi kita sehingga kualitas keimanan semakin meningkat. Sama halnya juga dalam memilih pasangan, pilihlah pasangan yang baik yang mencintai kita karena Allah. Pasangan yang baik tidak akan menjerumuskan kita kepada perbuatan dosa dan memperturutkan hawa nafsu, melainkan ia akan menjaga kehormatan kita.

 

2.    Membuat kesepakatan di awal hubungan. Sebaiknya sebelum menjalin hubungan dengan sang pujaan, buatlah kesepakatan bahwa kita tidak ingin ada perbuatan mesum yang menyertai hubungan tersebut. Bumbu ‘berpacaran’ seperti sentuhan dan sebagainya hanya boleh dilakukan setelah menikah nanti karena toh ia yang akan menjadi suami/istri kita kelak. Tegaslah mengambil keputusan jika pasangan meminta hal yang belum menjadi haknya. Jangan sampai kita terutama wanita menjadi bunga yang hanya dihisap madunya atau habis manis sepah dibuang.

 

3.    Menghindari ajakan untuk berbuat mesum. Bagi yang sudah berpacaran, antara cinta dan nafsu menjadi semu. Itulah kenapa banyak orang beranggapan kalau berciuman atau berpelukan untuk menunjukkan rasa cinta dianggap wajar, padahal aktivitas tersebut merupakan pintu masuk untuk berbuat zina.
Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ :32)
Hindarilah ajakan pacar untuk melakukan perbuatan mesum, nyatakan dengan serius bahwa kita tidak menyukainya dan perlu mengingatkannya pula akan dosa. Jika kamu tidak berani menolaknya dan tergelincir akibat hasrat dan bujuk rayu, potensi untuk melakukan perbuatan tersebut menjadi lebih besar kedepannya.
Rasulullah mengajarkan sebuah doa perlindungan kepada kita manakala mendapatkan godaan iman.
“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat dari bisikan setan, dari tiupan setan dan hasutannya.” (H.R. At-Tirmidzi)

 

4.    Menghindari situasi atau tempat untuk berbuat mesum. Hindarilah berdua-duaan dengan pasangan dimana saja berada kecuali disertai muhrim. Upayakan untuk selalu berada di wilayah publik dan tetap terpantau oleh anggota keluarga.
Rasulullah berpesan seperti yang diriwayatkan Ibnu Abbas:
“Janganlah sekali-kali seorang (diantara kalian) berduaan dengan wanita, kecuali dengan mahramnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hindari pula tempat-tempat publik yang membuat kita bisa melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan virginitas kita. Jangan biarkan diri kita pergi ke tempat hiburan malam seperti pub, diskotik dan tempat maksiat lainnya atau pergi bersama pasangan dengan mengendarai mobil dan parkir di tempat yang sepi. Hindari aktivitas yang dapat membangkitkan sahwat kita seperti menonton film porno, membaca majalah porno dsb. Hindari pula menyendiri di rumah karena hal itu sama saja memberi kita kesempatan untuk melakukan banyak hal di luar kendali kita.

 

5.    Menjaga sikap dan aurat. Sikap yang manja atau berkata dengan nada mendesah hendaklah dihindari karena dapat memancing orang lain untuk bertindak di luar kontrol. Menjaga aurat juga wajib untuk dilakukan dari atas hingga bawah anggota tubuh, hindari pakaian yang menampakkan bentuk tubuh dan terbuka. Berpakaian ketat dan menampakkan aurat baik di keramaian maupun saat bersama pasangan sama dengan menyediakan diri kita ke mulut buaya.
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah kepada orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S. An-Nuur: 30)
Allah juga memerintahkan hal yang sama kepada wanita untuk menahan pkitangannya terhadap laki-laki dan menjaga kemaluannya. Allah berfirman:
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya.” (Q.S. An-Nuur: 31)

 

6.    Bersikap waspada dimanapun berada. Berpakaian menutup aurat belum tentu menjamin kita terbebas dari perbudakan sahwat, apalagi bagi orang yang memamerkan auratnya. Waspadalah saat kita berada di tempat yang sepi, berhati-hatilah dengan orang yang baru kita kenal atau yang sudah lama dikenal, karena perbuatan itu terjadi bukan saja karena ada niat namun lebih karena adanya kesempatan. Tentu kita masih ingat apa pesan bang Napi.

 

7.    Ciptakan lingkungan pertemanan yang sehat dan islami. Jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak sehat dalam pergaulannya. Jadilah diri sendiri dan jangan mudah bergantung pada orang lain, karena bisa saja teman yang selama ini kita anggap baik ternyata buruk, jika kita terus membiarkan diri kita didalamnya tanpa melakukan perubahan ke arah yang baik, dikhawatirkan kita juga lambat laun akan tertular pergaulan yang tidak baik dan menjerumuskan diri kita sendiri tanpa disadari. Untuk itu, bijaklah dalam memilih teman dan jadilah orang yang punya kepribadian yang pantas diteladani.

 

8.    Menanamkan nilai-nilai agama dan moral. Nilai agama dapat diperoleh lewat pembelajaran baik dari guru agama, ustadz, orang tua dan sahabat atau buku-buku agama. Ingatlah bahwa semua yang ada pada diri kita merupakan amanah dari Allah SWT. Kecantikan bagi wanita, ketampanan bagi pria, seperti halnya keperawanan, ia adalah anugerah bagi setiap insan untuk dijaga dari perbuatan dosa, ketika sudah merasa mampu, menikahlah, karena itu adalah hak bagi suami atau isteri kita nantinya. Jangan sampai kita menyerahkannya kepada orang yang bukan pasangan sah kita. Alangkah sangat ruginya orang yang telah kehilangan keperawanan atau keperjakaannya karena berzina.

 

9.    Menyadari akibat yang ditimbulkan. Ingatlah bahwa hubungan seks bebas hukumnya adalah dosa besar sehingga Imam Ahmad mengatakan “Aku tidak tahu ada dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa dari pada zina.”
Selain itu, hubungan bebas yang dilakukan berisiko tertular penyakit yang berbahaya, seperti sipilis, HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya apalagi bagi orang yang suka gonta-ganti pasangan. Bukan hanya si pelaku yang mendapatkan akibatnya, keluarga juga bisa ikut menderita.
Bila yang menjadi korban adalah wanita, bisa saja ia mengalami kehamilan yang tak diinginkan, akhirnya diri pun menanggung aib yang memilukan, membuat malu keluarga dan beban psikologis lainnya. Belum lagi tuntutan dari orang sekeliling yang menginginkan agar bayinya digugurkan. Masa depan korban atau pelaku benar-benar dipertaruhkan. Jika sudah terjerumus, aib akan sulit untuk dihilangkan hingga akhir hayat.

 

Oleh karena itu, baik pria maupun wanita yang belum menikah berniatlah dan berusahalah untuk tetap mempertahankan keperawanannya dan keperjakaannya. Tanamkan keyakinan bahwa dengan menjaga kesucian diri maka Allah akan memberikan kita pasangan yang suci. Kita pun akan puas dan bahagia bila dapat mempersembahkankan sesuatu yang paling berharga kepada orang yang kita cintai pada waktu yang telah dihalalkan untuk itu.

Bila kita benar-benar dapat menjaga kesucian itu, maka orang akan menghormati dan menghargai kita. Sama halnya ketika kita menerima pasangan yang menjaga kesuciannya.

Kita juga harus menyadari bahwa setiap dosa dan kebaikan yang kita lakukan akan dibalas oleh Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Allah SWT berfirman:
“dan hanya kepunyaan Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk Allah balas orang-orang yang berbuat kejelekan atas apa-apa yang mereka kerjakan, dan Allah balas orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan) dengan ihsan, yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah, kecuali dosa-dosa kecil, sesungguhnya Allah maha luas Ampunan-Nya.” (Q.S. An-Najm: 31-32)

Semoga kita tetap istiqamah di jalan kebajikan. Wallahua’lam bisshawab.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s