rereh

Just another WordPress.com site

“TIPS MENJAGA KEPERAWANAN” By : Rereh Yudi Harjadi @rereh_harjadi April 11, 2012

Filed under: Uncategorized — Rereh Yudi Harjadi @ 1:45 am

Tips Menjaga keperawanan wanita

 

Memang menjaga keperawanan wanita dan keperjakaan laki-laki itu tidaklah mudah. Apalagi jika menilik pergaulan saat ini yang sudah dipengaruhi budaya kebarat-baratan yang mengarah pada free sex (seks bebas). Bagi orang-orang yang lebih memperturutkan hawa nafsunya, membicarakan pentingnya menjaga keperawanan dianggap sesuatu yang tidak penting bahkan malah menjadi ejekan mereka dan menganggap kehilangan keperawanan/keperjakaan karena melakukan hubungan seks dengan orang yang dicintai (sebelum menikah) adalah wajar. Astaghfirullahaladzim…

perawan

Pengaruh budaya, pergaulan dan media elektronik terutama televisi dan internet makin memudahkan seseorang tergelincir berbuat asusila. Tontonan dan bacaan yang vulgar dan hubungan lawan jenis yang tidak diimbangi dengan pengetahuan agama dan nilai-nilai moral dapat menjerumuskan para remaja kepergaulan bebas yang pada akhirnya jatuh ke perbuatan zina, menghilangkan keperawanan dan keperjakaannya. Belum lagi kondisi yang bakal mereka hadapi setelah itu, hamil muda, penyakit kelamin, HIV/AIDS, adalah akibat yang ditimbulkan dari hubungan seks bebas.

Bagi orang yang pernah melakukan seks bebas sebelum nikah, biasanya akan mengulang kembali perbuatannya karena menganggap diri sudah tidak suci lagi atau juga karena menikmati perbuatannya tanpa memikirkan dampak buruknya.

Berikut ini ada beberapa tips untuk menjaga dan mempertahankan keperawanan wanita dan keperjakaan pria untuk dilakukan :

1. Memilih pergaulan yang positif. Pilihlah pergaulan atau pasangan yang menurut kita memiliki kualitas yang berharga baik dari segi agama maupun perbuatannya. Bergaul dengan komunitas yang baik akan berdampak baik pula bagi kita sehingga kualitas keimanan semakin meningkat. Sama halnya juga dalam memilih pasangan, pilihlah pasangan yang baik yang mencintai kita karena Allah. Pasangan yang baik tidak akan menjerumuskan kita kepada perbuatan dosa dan memperturutkan hawa nafsu, melainkan ia akan menjaga kehormatan kita.

2. Membuat kesepakatan di awal hubungan. Sebaiknya sebelum menjalin hubungan dengan sang pujaan, buatlah kesepakatan bahwa kita tidak ingin ada perbuatan mesum yang menyertai hubungan tersebut. Bumbu ‘berpacaran’ seperti sentuhan dan sebagainya hanya boleh dilakukan setelah menikah nanti karena toh ia yang akan menjadi suami/istri kita kelak. Tegaslah mengambil keputusan jika pasangan meminta hal yang belum menjadi haknya. Jangan sampai kita terutama wanita menjadi bunga yang hanya dihisap madunya atau habis manis sepah dibuang.

3. Menghindari ajakan untuk berbuat mesum. Bagi yang sudah berpacaran, antara cinta dan nafsu menjadi semu. Itulah kenapa banyak orang beranggapan kalau berciuman atau berpelukan untuk menunjukkan rasa cinta dianggap wajar, padahal aktivitas tersebut merupakan pintu masuk untuk berbuat zina.
Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ :32)
Hindarilah ajakan pacar untuk melakukan perbuatan mesum, nyatakan dengan serius bahwa kita tidak menyukainya dan perlu mengingatkannya pula akan dosa. Jika kamu tidak berani menolaknya dan tergelincir akibat hasrat dan bujuk rayu, potensi untuk melakukan perbuatan tersebut menjadi lebih besar kedepannya.
Rasulullah mengajarkan sebuah doa perlindungan kepada kita manakala mendapatkan godaan iman.
“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat dari bisikan setan, dari tiupan setan dan hasutannya.” (H.R. At-Tirmidzi)

4. Menghindari situasi atau tempat untuk berbuat mesum. Hindarilah berdua-duaan dengan pasangan dimana saja berada kecuali disertai muhrim. Upayakan untuk selalu berada di wilayah publik dan tetap terpantau oleh anggota keluarga.
Rasulullah berpesan seperti yang diriwayatkan Ibnu Abbas:
“Janganlah sekali-kali seorang (diantara kalian) berduaan dengan wanita, kecuali dengan mahramnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hindari pula tempat-tempat publik yang membuat kita bisa melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan virginitas kita. Jangan biarkan diri kita pergi ke tempat hiburan malam seperti pub, diskotik dan tempat maksiat lainnya atau pergi bersama pasangan dengan mengendarai mobil dan parkir di tempat yang sepi. Hindari aktivitas yang dapat membangkitkan sahwat kita seperti menonton film porno, membaca majalah porno dsb. Hindari pula menyendiri di rumah karena hal itu sama saja memberi kita kesempatan untuk melakukan banyak hal di luar kendali kita.

5. Menjaga sikap dan aurat. Sikap yang manja atau berkata dengan nada mendesah hendaklah dihindari karena dapat memancing orang lain untuk bertindak di luar kontrol. Menjaga aurat juga wajib untuk dilakukan dari atas hingga bawah anggota tubuh, hindari pakaian yang menampakkan bentuk tubuh dan terbuka. Berpakaian ketat dan menampakkan aurat baik di keramaian maupun saat bersama pasangan sama dengan menyediakan diri kita ke mulut buaya.
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah kepada orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S. An-Nuur: 30)
Allah juga memerintahkan hal yang sama kepada wanita untuk menahan pkitangannya terhadap laki-laki dan menjaga kemaluannya. Allah berfirman:
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya.” (Q.S. An-Nuur: 31)

6. Bersikap waspada dimanapun berada. Berpakaian menutup aurat belum tentu menjamin kita terbebas dari perbudakan sahwat, apalagi bagi orang yang memamerkan auratnya. Waspadalah saat kita berada di tempat yang sepi, berhati-hatilah dengan orang yang baru kita kenal atau yang sudah lama dikenal, karena perbuatan itu terjadi bukan saja karena ada niat namun lebih karena adanya kesempatan. Tentu kita masih ingat apa pesan bang Napi.

7. Ciptakan lingkungan pertemanan yang sehat dan islami. Jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak sehat dalam pergaulannya. Jadilah diri sendiri dan jangan mudah bergantung pada orang lain, karena bisa saja teman yang selama ini kita anggap baik ternyata buruk, jika kita terus membiarkan diri kita didalamnya tanpa melakukan perubahan ke arah yang baik, dikhawatirkan kita juga lambat laun akan tertular pergaulan yang tidak baik dan menjerumuskan diri kita sendiri tanpa disadari. Untuk itu, bijaklah dalam memilih teman dan jadilah orang yang punya kepribadian yang pantas diteladani.

8. Menanamkan nilai-nilai agama dan moral. Nilai agama dapat diperoleh lewat pembelajaran baik dari guru agama, ustadz, orang tua dan sahabat atau buku-buku agama. Ingatlah bahwa semua yang ada pada diri kita merupakan amanah dari Allah SWT. Kecantikan bagi wanita, ketampanan bagi pria, seperti halnya keperawanan, ia adalah anugerah bagi setiap insan untuk dijaga dari perbuatan dosa, ketika sudah merasa mampu, menikahlah, karena itu adalah hak bagi suami atau isteri kita nantinya. Jangan sampai kita menyerahkannya kepada orang yang bukan pasangan sah kita. Alangkah sangat ruginya orang yang telah kehilangan keperawanan atau keperjakaannya karena berzina.

9. Menyadari akibat yang ditimbulkan. Ingatlah bahwa hubungan seks bebas hukumnya adalah dosa besar sehingga Imam Ahmad mengatakan “Aku tidak tahu ada dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa dari pada zina.”
Selain itu, hubungan bebas yang dilakukan berisiko tertular penyakit yang berbahaya, seperti sipilis, HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya apalagi bagi orang yang suka gonta-ganti pasangan. Bukan hanya si pelaku yang mendapatkan akibatnya, keluarga juga bisa ikut menderita.
Bila yang menjadi korban adalah wanita, bisa saja ia mengalami kehamilan yang tak diinginkan, akhirnya diri pun menanggung aib yang memilukan, membuat malu keluarga dan beban psikologis lainnya. Belum lagi tuntutan dari orang sekeliling yang menginginkan agar bayinya digugurkan. Masa depan korban atau pelaku benar-benar dipertaruhkan. Jika sudah terjerumus, aib akan sulit untuk dihilangkan hingga akhir hayat.

Oleh karena itu, baik pria maupun wanita yang belum menikah berniatlah dan berusahalah untuk tetap mempertahankan keperawanannya dan keperjakaannya. Tanamkan keyakinan bahwa dengan menjaga kesucian diri maka Allah akan memberikan kita pasangan yang suci. Kita pun akan puas dan bahagia bila dapat mempersembahkankan sesuatu yang paling berharga kepada orang yang kita cintai pada waktu yang telah dihalalkan untuk itu.

Bila kita benar-benar dapat menjaga kesucian itu, maka orang akan menghormati dan menghargai kita. Sama halnya ketika kita menerima pasangan yang menjaga kesuciannya.

Kiat menjaga keperawanan dalam pacaran

Indah, seorang pembaca artikel “2/3 remaja SMP tidak perawan lagikah?“, telah menyampaikan tanggapan yang sangat menarik. Begitu menariknya, sampai-sampai kuputuskan untuk mengutipnya di sini.

Ini dia tanggapan dari Indah:

Allaah sudah berjanji dalam Al-Qur’an, laki-laki yang berzina untuk wanita yang berzina, begitu sebaliknya, laki2 yang tidak berzina untuk wanita yang tidak berzina, begitu juga sebaliknya. So, kalo mau dapet yang masih perawan, ngaca dulu dong, masih perjaka gak? Kalo udah gak perjaka nuntut pengen dapet perawan, gak punya malu aja kali ya? sok suci.

Menurut pengalaman aku, yg masih pertahanin keperawanan aku ampe sekarang, ML atau nggak sebelum nikah itu, tergantung perempuannya. Kalo perempuannya kuat jagain ntu “barang” jgn ampe jebol dulu sbelum merit, laki2 jg biasanya ngerti&gak akan maksa (kecuali kalo kasusnya diperkosa). Dari pengalaman aku, para lelaki malah lebih hormat, respect & tambah sayang, kalo kita bisa jagain “atu2nya yg paling berharga ntu”.

Aku belom pernah nemuin cowo yg pacaran ma aku ampe gitu “mupeng” nya maksa aku buat ML, coz dari awal aku udah ajuin syarat2 buat bisa pacaran ama aku:
1. No sex before married,
2. no drugs, no alkohol, no smoking,
3. no ngebohong.

So, dari awal emang udah di block dulu cowo2 yg “mupeng”. Jadi, untuk temen2 cewe, hargai & jagalah tubuhmu sendiri, karena kalau bukan dirimu sendiri yg menjaganya, cowo2 “mupeng” lah yg akan merusaknya.

 

Menjaga Keperawanan Ala Perempuan Arab*

Saat dimana beberapa orang atau lebih masih sibuk mempertanyakan apakah pasangan hidupnya masih perawan atau atau tidak, atau perempuan masih sibuk menjaga keperawanannya hingga ke liang kubur kalau tidak ketemu pasangannya mungkin cara beberapa perempuan Arab ini bisa menjadi inspirasi berhaga untuk menjaga keperawanan (tentu saja kalau dianggap bagus)

Bekerja di daerah yang rata-rata ber ras Arab tentu saja tiadk secara otomatis membuat saya menjadi tahu tata cara pergaulan terutama masalah seksual yang menghinggapi seluruh manusia di dunia apalagi kalau yang merasa sudah remaja dan dewasa. Dimanapun kita lahir, dan apapun ras kita; seks adalah sesuatu yang sangat asyik untuk dibicarakan dan mungkin juga dilakukan selama bertanggung jawab akan perilaku seks tersebut.

Beberapa teman kumpul sering saya tanyakan mengenai pergaulan seksual dan beberapa kali mereka menolak untuk bercerita. Sampai akhirnya sebut saja namanya Saed, bertutur kalau keperawanan adalah soal yang sangat utama buat para perempuan dan untuk itu harus dihargai. Banyak lelaki dari kaum kami mau tidak mau untuk melampiaskan nafsu seksualnya dengan cara onani bahkan dengan sesama jenis. Praktik ini sudah menjadi rahasia umum tetapi seperti juga istilah US ARMY “Don’t ask- don’t tell!!”

Saya bertanya lagi bagiamana jika perempuannya juga kepengin tetapi khawatir untuk melakukan hubungan tersebut? Saed menuturkan karena ukuran keperawanan bagi mereka adalah belum robeknya selaput dara perempuan (melalui hubungan senggama) maka para perempuan tersebut memilih membiarkan pasangan lelakinya untuk memasukkan alat kelamin lelaki ke lubang dubur mereka. Menurut mereka ini adalah salah satu cara yang terhormat dalam menjaga keperawanan mereka.

Saya tidak mempercayai begitu saja ucapan Saeed. Kemudian saya bertanya kepada Liban apakah cerita itu benar? Dengan muka menahan malu dia mengangguk.

Mantan saya yang berdarah Arab sempat juga saya tanyai. Tentu saja walau dia berdarah Arab, tetapi dia beruntung terlahir di Lebanon dimana walau maslah seksual masih hal yang tabu tetapi praktik seksual adalah hal yang lumrah sebelum pra nikah untuk sebagian orang. (Paling tidak saya tidak melalui pintu belakang kalau lagi berkencan) Dia mengakui beberapa perempuan bisa saja mempraktikkan hal tersebut walau tidak semuanya juga.

Cerita diatas adalah percakapan ringan saya dan beberapa teman, jadi tentu saja pilihan adalah di tangan anda..ha..ha…..

Arab* disini saya lihat sebagai orang yang sama secara kultural, etnis dan memakai bahasa Arab dan tidak berdasarkan agama yang dianut

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s